ANGGOTA DENSUS 88 KUNJUNGI SMK NEGERI 7 KENDARI, BERIKAN AMANAH TENTANG BAHAYA RADIKALISME DAN EKSTREMISME DIGITAL
Kendari, 2 November 2026 – SMK Negeri 7 Kendari menerima kunjungan anggota Densus 88 Antiteror Polri dalam kegiatan Upacara Bendera Hari Senin yang dilaksanakan pada Senin, 2 November 2026. Dalam kegiatan tersebut, anggota Densus 88 yang bertugas pada Satgaswil Sulawesi Tenggara bertindak sebagai pembina upacara sekaligus menyampaikan amanah dan edukasi kepada seluruh taruna-taruni, guru, serta tenaga kependidikan.
Kegiatan ini mengangkat tema “Mewujudkan Generasi Cerdas, Berkarakter, dan Bebas dari Paham Radikal serta Kekerasan.” Kehadiran anggota Densus 88 menjadi momentum penting untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET), khususnya di kalangan generasi muda.
Dalam amanahnya, pembina upacara menyampaikan bahwa perkembangan teknologi dan kemudahan akses internet membawa berbagai manfaat, tetapi juga memiliki ancaman yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah penyebaran paham radikal dan konten kekerasan ekstrem melalui media sosial, permainan daring (game online), serta grup percakapan tertutup seperti WhatsApp dan Telegram.
Beliau juga mengingatkan bahwa fenomena Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dapat terjadi akibat kurangnya pemahaman dan kehati-hatian dalam menggunakan media digital. Rasa ingin tahu yang tidak dibarengi dengan pengetahuan yang benar dapat menjerumuskan pelajar ke dalam tindakan yang melanggar hukum.
Selain itu, peserta didik diingatkan agar tidak menganggap remeh tindakan perundungan atau bullying, baik secara verbal, fisik, maupun melalui media sosial (cyberbullying). Kebiasaan mengejek, menyebarkan ujaran kebencian, dan melakukan kekerasan dapat menumbuhkan sikap intoleransi serta menghilangkan rasa empati terhadap sesama.
Dalam kesempatan tersebut, pembina upacara juga menyampaikan empat pilar pelajar pintar dan berkarakter dalam menghadapi ancaman IRET, yaitu:
- Saring Sebelum Sharing, tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi provokatif atau konten kekerasan ekstrem.
- Stop Perundungan (Bullying), menjadikan lingkungan sekolah sebagai tempat yang aman dengan menghargai perbedaan suku, agama, dan latar belakang.
- Bijak dalam Komunitas Virtual, membatasi interaksi dengan orang yang tidak dikenal di media sosial maupun game online yang mengajak pada tindakan melanggar hukum.
- Berani Melapor, segera melaporkan apabila menemukan tindakan perundungan atau ajakan penyebaran paham mencurigakan kepada guru BK, wali kelas, maupun orang tua.
Kepada para guru dan tenaga kependidikan, beliau juga berpesan agar senantiasa meningkatkan pengawasan emosional dan aktivitas digital peserta didik. Pendekatan yang humanis, perhatian, serta komunikasi yang baik antara guru dan siswa menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah masuknya pengaruh negatif di lingkungan sekolah.
Kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh warga SMK Negeri 7 Kendari tentang pentingnya menjaga diri dari pengaruh paham radikal, ekstremisme, terorisme, serta berbagai bentuk kekerasan. Para taruna-taruni juga diharapkan mampu menjadi generasi yang cerdas, berprestasi, disiplin, memiliki rasa empati, serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa.
Melalui kegiatan ini, SMK Negeri 7 Kendari berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, berkarakter, dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun pengaruh paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Mari bersama-sama mewujudkan generasi muda yang cerdas dalam berpikir, bijak dalam bertindak, dan kuat dalam menjaga persatuan bangsa.








HUMAS SMK Negeri 7 Kendari